Selasa, 07 Agustus 2018

Plagiat Artikel dokteryolanda.com (Kinanthi Beauty Care Yogyakarta)

Bukan sekali ini saja artikel kami di-copas orang lain, seperti yang dilakukan beberapa penjual obat herbal yang tidak akan saya sebutkan namanya, kami memilih diam dan membiarkannya karena konten blog yang hanya mengedepankan kuantitas tanpa memperhatikan kualitas tidak akan bertahan lama.

Hanya saja untuk yang satu ini sudah keterlaluan, artikel kami yang di-copas bukan cuma satu, tapi artikel-artikel lain juga di-copas untuk kepentingan mereka sendiri tanpa mencantumkan website kami sebagai sumber. Akibatnya trafik website kami jadi menurun drastis karena konten-konten kami dijiplak terus menerus.

Pada saat Google mengadakan pembaruan, kami mengecek keyword yang turun dan saat itulah kami menemukan bahwa salah satu artikel kami yang pernah menjadi populer ternyata menjadi korban plagiat. Meski struktur kalimat pada judul sedikit dirubah, tapi seluruh artikel dokteryolanda.com adalah hasil copas mentah.

Berikut ini adalah cuplikan artikel dokteryolanda.com, Kulit Sawo Matang Apakah Bisa Putih 
http://www.dokteryolanda.com/2016/05/kulit-sawo-matang-apakah-bisa-putih.html



Untuk teman-teman yang belum tahu artikel asli, saya sertakan juga cuplikan artikel Natureve Shop, Apakah Kulit Sawo Matang Bisa Putih? yang ditulis oleh Hendri. 
http://www.natureveshop.com/2015/09/apakah-kulit-sawo-matang-bisa-putih.html


Saya tidak tahu apakah pemilik blog dokteryolanda.com seorang dokter sungguhan, tetapi saya rasa dalam membuat artikel alangkah lebih baiknya tidak sembarangan menjiplak artikel orang atau minimal cantumkan sumbernya. Mungkin sebagai dokter, alangkah lebih baiknya tuangkan ilmu-ilmu yang didapat dari sekolah kedokteran dan bisa juga membagikan pengalaman yang didapat dari pasien di kehidupan nyata.

Setelah saya telusuri, ternyata artikel plagiat tersebut menautkan link ke sosial media yaitu Kinanthi Beauty Care (Facebook) dan KinanthiBeauty Skincare By dr. Yo (Instagram). Saya perhatikan akun-akun tersebut punya interaksi yang cukup baik dengan audiens, katakanlah bahwa Kinanthi Beauty sebuah klinik yang menyediakan treatment untuk wajah dan tubuh. Klinik tersebut bertempat di Yogyakarta.  Namun yang sangat disayangkan itu kenapa harus melakukan plagiat artikel jika bertujuan untuk menjual produk yang diberi nama "GlowEnz" dan "PinoWhite" yang sebenarnya dikemas ulang dari produk yang kami jual Glow Enhanz dan Pynocare White.

Hal yang sama juga dilakukan pada produk Rivilite, yang dikemas menjadi "Rivite".

Kami belum pernah melakukan pengiriman barang jumlah besar ke Yogyakarta, maka dapat disimpulkan klinik ini tidak bekerja sama dengan kami, dan kami pun tidak bertanggung jawab atas tindakan pengemasan ulang oleh Kinanthi Beauty terhadap produk Mega We Care.

Saya tahu bahwa tujuan pengemasan ulang ini dimaksud agar client-client mereka beranggapan produk tersebut hanya bisa didapat dari klinik itu, sehingga orang tidak bisa mencari di tempat lain karena nama produk asli disamarkan. Apabila cara seperti itu bagi mereka tidak masalah, maka setidaknya bermainlah dengan cara bersih di internet, bukan dengan menjiplak tulisan orang tanpa mencantumkan sumber.






Apalagi ternyata yang dijplak itu bukan hanya satu artikel, tetapi artikel-artikel yang saya tulis di natureveshop.com, elsawati.com dan suplemenkulit.net juga mereka copas menjadi status facebook. Tindakan ini tidak hanya menguntungkan mereka tapi juga membuat website kami menjadi kurang SEO. Yang lebih parahnya lagi, sampai testimoni pun dicuri juga dan diakui sebagai milik mereka dengan penambahan watermark.


Harapan saya semoga blogger-blogger lain lebih kreatif, percaya diri dengan gaya penulisan masing-masing karena sekalipun di awal-awal terasa jelek tapi seiring berjalannya waktu akan terbiasa dan menjadi bagus di mata pembaca. Katakanlah klinik itu punya modal, tempat praktek, dan praktisi-praktisi yang membuat mereka terlihat lebih berpengalaman di mata orang. Tetapi itu semua akan sia-sia jika memakai cara kotor yang mana selain menjatuhkan orang lain, dalam waktu bersamaan juga mengotori nama baik sendiri. Daripada memburu jumlah posting, bukankah kita lebih baik meluangkan waktu beberapa hari untuk membuat satu artikel yang bagus?

8 komentar

Owh...kebangetan sekali ini. Mbak, trafik yang turun drastis itu bisa dilihat keywordnya ya? Pakai google analytics kah?

Wah kalo jumlahnya sudah lebih dari satu artikel, bisa dilaporkan ke DCMA untuk ditinjaklanjuti, agar tidak terjadi lagi plagiat ke depannya. Kalo bisa klik kanan mouse dinonaktifkan, biar gak bisa dicopas.

google analytics saya gak ngerti mbak haha
jadi cuma pakai histats aja

Sudah dilaporkan. Cuman saya masih bimbang ini, kalau pakai anti copas takut mempersulit orang yang mau beli hehehe

Entah mengapa plagiat semakin merajalela. Mungkin mereka menganggap sang pemiliknya tidak akan melacak, sehingga mereka merasa aman.

Sebenarnya susah juga sih, kalau pakai anti copas pun tetep aja bisa, apalagi kalo niat, dianya pasti juga dah niat banget,, tgl cek aja di mesin pencari,, kira2 website yang di copas dengan yang ngopas lebih baik yg mana munculnya di mesin pencari ?? kalao sekirany dah merugikan banget, tgl lacak aja alamanya dan siapa pemilik domainnya, lalu hubungi dia,,,kebanyakan pasti yang ngopas tuh ngincer yg populer postnya...

Google punya cara sendiri mempertemukan tulisan hasil jiplakan dengan penulis aslinya sekalipun internet itu luas.

Memang sih, kalau orangnya udah jago, meski dipasang anti copas juga tetap aja bisa diakali. Tetapi lumayan membantu untuk menekan jumlah penjiplak karena untuk yang masih awam mereka pasti belum kepikiran sampai sana, masih nyari yang gampang-gampang dicopas.

Tulis Komentar Kamu Disini
Emoticon Emoticon